Desain Griya | Inspirasi Desain Rumah Anda - Desain Griya | Inspirasi Desain Rumah Anda

INSPIRASI DESAIN RUMAH

Ide Simpel Membuat Perpustakaan Kesayangan


Penataan rak buku juga dapat diatur menempel pada dinding dengan kerapatan yang cukup. Hal ini supaya udara dapat mengalir di celah antara rak dan dinding.

Anda hobi membaca? Jika ya, mengoleksi buku pasti menjadi hobi Anda juga. Berburu buku di berbagai pameran atau toko buku bisa menjadi acara menarik bagi Anda.

Setelah membeli, tentu Anda juga ingin memajang buku-buku koleksi yang telah dibaca. Sebuah perpustakaan pribadi tentu akan menjadi ide menarik. Ruangan ini sekaligus bisa menjadi tempat favorit Anda. 

Namun, sering kali perpustakaan pribadi dibayangkan sebagai ruangan yang luas, mampu menampung banyak koleksi buku, dan mempunyai tempat membaca dengan suasana serba elegan. Padahal, sebenarnya, tidak harus selalu seperti itu. Anda pun bisa membuat perpustakaan pribadi sendiri yang sederhana.

Perpustakaan tidak selalu harus dibuat dengan ruangan khusus. Hanya dengan sekat ataupun dinding rendah, Anda bisa memiliki ruangan perpustakaan. Dengan konsep terbuka ini, Anda justru tidak akan merasa terkurung di dalam ruangan.

Perhatikan ventilasi udara, penerangan ruangan, dan pengaturan letak rak buku. Penerangan lebih baik sedikit terbuka agar sinar matahari bisa masuk. Jadi, selain bisa menghemat listrik, ruangan Anda akan lebih sehat.

Akan tetapi, usahakan udara di dalamnya tidak panas dengan menjaga kelembaban. Apabila penerangan menggunakan lampu, sebaiknya tempatkan di belakang Anda saat membaca agar mata tidak menjadi silau dan lelah.

Tempatkan lampu di lokasi yang membuat ruangan menjadi luas dan nyaman. Ada baiknya lampu yang digunakan adalah lampu neon, bukan lampu pijar untuk menghindari pantulan cahaya pada kertas yang dapat memicu kelelahan mata.

Penataan rak buku juga dapat diatur menempel pada dinding dengan kerapatan yang cukup. Hal ini supaya udara dapat mengalir di celah antara rak dan dinding. Fungsinya, agar sirkulasi udara itu dapat mengurangi kemungkinan kelembaban, bau apek, dan sarang serangga di buku. Celah tersebut juga mempermudah merawat, membersihkan koleksi dari debu, serta mengurangi udara lembab yang dapat merusak buku.

Memberi pendingin ruangan atau AC memang pilihan yang baik bagi buku agar terjaga kelembabannya. Akan tetapi, jika merasa akan memberatkan tagihan listrik, Anda bisa juga menempatkan beberapa pot bunga atau tanaman hias yang tidak terlalu besar.

Pot dalam perpustakaan? Kenapa tidak. Anda cukup hanya menyesuaikan ukurannya dengan komposisi ruangan. Pilihlah tanaman yang mudah dirawat dan tidak mudah rontok. Fungsi tanaman ini memberi nuansa alami, melembutkan kesan kaku dan serius dari koleksi buku Anda, serta membantu pertukaran udara di dalam ruangan.

Sumber : kompas.com


 

Bangunan Nol Energi di Singapura

rumah minimalis hemat energy

Selain hanya memanfaatkan tenaga matahari sebagai sumber energi, pengelola gedung BCA Academy juga menampung air hujan untuk digunakan sebagai toilet.

Sebagai penentu skema Green Mark untuk bangunan hijau Singapura, Building and Construction Academy (BCA) telah memberi contoh bagaimana sebuah bangunan bisa disebut "hijau". BCA membangun kembali gedungnya yang disebut BCA Academy hingga menjadi sebuah kompleks bangunan yang disebut zero energy building (ZEP) atau bangunan nol energi.

Disebut nol energi karena bangunan yang dirancang oleh DP Architect itu memproduksi energi untuk keperluan sehari-hari dengan menggunakan panel tenaga matahari. BCA Academy juga memanfaatkan kekayaan alam semaksimal mungkin.

Selain menggunakan tenaga matahari sebagai sumber energi, mereka juga menampung air hujan untuk digunakan sebagai toilet. Hampir tidak ada sisi gedung yang tidak terkena sinar matahari sehingga menghemat penggunaan listrik untuk penerangan, terutama pada siang hari.

Dibandingkan dengan gedung-gedung dengan kapasitas serupa, penggunaan energi di BCA Academy jauh lebih hemat. Berdasarkan tarif listrik 21,69 sen per kWh, bangunan ini berhasil menghemat pengeluaran hingga 84.000 dollar Singapura per tahun.

Sejumlah fitur menarik dari bangunan seluas 4.500 meter persegi itu antara lain sistem peneduh yang ditempatkan secara strategis sehingga bangunan terlindung dari terik matahari. Namun, interior bangunan tetap mendapat cahaya alami.

Di negara tropis, penggunaan energi listrik terbesar adalah untuk air conditioner. Para arsitek BCA menyiasati tingginya temperatur dengan tanaman rambat yang ditanam secara vertikal. Ada dua manfaat sekaligus dengan sistem ini, yaitu dinding terlindung dari paparan langsung sinar matahari, sekaligus untuk menurunkan temperatur dalam ruangan.

Sumber : kompas.com


Inovasi Material Bambu

desain inovatif

Dengan perawatan yang tepat, rumah bambu bisa bertahan sampai 100 tahun. Namun, tentu saja, ada yang harus diperhatikan dalam merawat bangunan bambu.

Material bambu memiliki kekuatan, kedalaman filosofi, keindahan, dan fleksibel saat digunakan. Perawatan yang tepat membuatnya tahan hingga 100 tahun.

"Sayang atuh, Kang, padahal hampir 90 spesies dari 140 spesies bambu di Indonesia ada di bumi Priangan," kata Diar Risdiana (32), desainer interior dari Manikmaya, konsultan interior.

Diar menghabiskan waktu selama 6 tahun untuk mengolah bambu dan kayu Salak.

"Untuk beberapa elemen struktur bangunan, saya memilh bambu tertentu, seperti jenis bitung, gombong, dan tamiang. Keduanya mempunyai diameter yang besar, antara 18 sampai 22 cm," katanya.

Dari pulau Bali, material bambu diolah PT Bamboopure/Ibuku dengan menghasilkan bangunan Greenvillage di Ubud.

"Dari sekitar 1.250 jenis bambu di dunia, 140 jenis atau 11% nya adalah spesies asli Indonesia. Selain itu, bambu mudah didapat dan termasuk material yang bisa diperbaharui," kata Effan Adhiwira, yang pernah bekerjasama dengan Bamboopure.

Dengan perawatan yang tepat, rumah bambu bisa bertahan sampai 100 tahun. Namun, tentu saja, ada yang harus diperhatikan dalam merawat bangunan bambu.

"Atap dari bambu harus dirawat untuk melindungi kolom dari kontak dengan aliran air hujan dan sinar matahari," kata Elora Hardy, Creative Director, PT Bamboopure/Ibuku.

"Kendala di lapangannya adalah kita tidak akan mendapat ukuran bambu yang sama," ujarnya.

Bambu yang dipasang juga harus langsung dimonitor pada bagian sambungan. Dari Tasikmalaya, Sukabumi, Majalengka, hingga pulau Bali, bambu tak terusik kedudukannya sebagai tanaman habitat asli Indonesia.

Bangunan Bamboo Great Hall, misalnya, adalah karya yang mendefinisikan ulang tentang pemanfaatan bambu sebagai material pendamping. Ungkapan 'bambu adalah material untuk kaum udik atau orang desa' sudah tidak relevan lagi. Bambu digunakan karena filosofi kekuatan, keindahan, dan fleksibilitasnya.

(Agah Nugraha Muharam)

Sumber : kompas.propherty


Putih yang Tetap Memukau....


Warna memberi kesan-kesan tertentu bagi sebuah ruangan. Warna juga menyumbangkan sejumlah perasaan pada orang yang menatapnya.

Permainan warna yang banyak dilakukan dalam khazanah interior cenderung dapat menciptakan perwajahan sesuai dengan kepribadian sang pemilik rumah. Bagaimana dengan warna putih?

Banyak orang menghindari dominasi warna putih saat memoles rumahnya. Alasannya, terlalu banyak warna putih menyebabkan rumah menjadi seperti rumah sakit, dingin, dan kaku. Meskipun putih menghadirkan kesan lapang dan bersih, warna ini juga dianggap mudah kotor sehingga merepotkan pemilik rumah. Padahal, warna putih menghadirkan beberapa keuntungan bila diaplikasikan secara dominan untuk sebuah ruangan di rumah kita. Apa saja?

Keuntungan pertama, ruangan serba putih membuat kita lebih mudah memasang aksen yang diinginkan. Seperti selembar kertas putih, kita bisa menggoreskan apa pun yang diinginkan.

Tak heran, orang-orang yang mencintai warna putih senang meletakkan beberapa aksesori dan itu menjadi tampak menonjol. Misalnya, untuk ruang tamu atau keluarga, bantal bergaris-garis hitam dan putih akan tampak modern.

Bisa juga, Anda menempatkan sofa berwarna putih dengan empat bantal, dua bantal putih dan dua bantal merah. Kemudian kita bisa memilih karpet yang memiliki warna "penghubung" dengan aksesori lainnya, yakni karpet berwarna dasar hitam.

Anda juga bisa menambahkan motif lingkaran seperti yang banyak dipakai untuk motif kaos-kaos distro. Ini akan menonjolkan gaya modern pemiliknya. Selain itu, kita juga bisa menempatkan sedikit perabotan yang berwarna merah. Hal ini tentu menjadi aksen menarik.

Keuntungan lain yang diberikan warna putih adalah ruangan yang akan terasa sejuk dan luas. Kekakuan bisa dicairkan oleh aksen berwarna merah tadi.

Sementara itu, jawaban atas tuduhan bahwa warna putih lebih cepat kotor, tentu kembali pada kemauan pemilik rumah untuk rajin membersihkannya. Sebenarnya, semua warna yang kita pilih tak bisa lepas dari kotoran karena tergantung pada komitmen kita membersihkan rumah setiap hari. Nah, bagaimana dengan Anda?  

Sumber : Kompas.com


Perlukah Kamar Mandi Diberi Penyekat?

Untuk memisahkan ruang tamu dan ruang makan, Anda dengan mudah meletakkan penyekat. Begitu pula untuk pantry dan kamar tidur. Lalu, apakah di kamar mandi membutuhkan penyekat?

Jawabannya, bisa iya, bisa tidak. Kamar mandi tidak membutuhkan sekat apabila Anda membuatnya berdiri tunggal sebagai tempat mandi basah saja. Kemudian, fungsi toilet dan wastafel berada di tempat terpisah.

Namun, Anda perlu menyekat kamar mandi jika konsepnya adalah kamar mandi kering. Di sini, tidak dijumpai bak berisi tampungan air, melainkan shower atau pancuran, kloset dan wastafel di satu ruang. Sebab, pancuran mengucurkan air ke bawah, maka risiko cipratan air akan membasahi lantai dan daerah sekitarnya. Sementara, kloset dan wastafel tetap dikonsep kering. Basah dan kering ada di satu tempat inilah maka kehadiran penyekat menjadi penting.

Pemakaian kaca sebagai penyekat dapat dipilih untuk menjawab kebutuhan memisahkan area basah dan kering. Kaca juga bersifat transparan, artinya memberikan batasan namun tak mengurangi rasa kesatuan ruangan. Sumber: Kompas.com


 

Pakai Parket Kayu atau Parket Laminasi?

Penutup lantai parket kini banyak diterapkan dalam hunian. Kesan hangat dan natural yang tercipta, membuat material alternatif ini makin digemari. Parket sendiri ada yang jenisnya parket kayu engineerd dan parket laminasi. Manakah dari keduanya menarik untuk digunakan? Simak penjelasannya berikut ini!

Parket kayu "engineered"

Parket lantai kayu ini terbuat dari kayu asli dengan beberapa lapisan. Lapisan kayu dipasang dengan arah serat berlawanan agar lebih tahan terhadap tekanan mulai susut dan kelembaban. Parket kayu ini langsung diberi lapisan pelindung dengan proses UV Curing. Dimana, bagian bawahnya diberi lapisan pelindung agar tahan terhadap kelembapan.

Warna yang muncul dari parket ini sesuai jenis kayunya, antara lain kekuningan, kemerahan, coklat muda, serta cokelat tua. Màterial ini tersedia dalam ukuran mulai 90 x 10,2 sentimeter dan 92,5 x 10,2 sentimeter dengan ketebalan 12 milimeter. Pemasangannya dapat dibuat berpola batu bata, tangga, bahkan pola acak.

Pemasangannya relatif praktis karena tiap bilah papan parket telah dilengkapi lidah dan cekungan di keempat sisinya. Perawatan parket ini juga mudah, cukup dipel dengan kain berbahan lembut yang telah diolesi cairan perawatan kayu. Untuk menghindari goresan, lapisi furnitur diatasnya dengan karet agar parket lebih awet.

Parket laminasi

Bila dibandingkan parket kayu engineered, parket laminasi lebih terjangkau harganya. Hal ini karena bahan dasarnya adalah kayu olahan seperti HDF (High Density Fiberboard). Pada bagian bawah parket laminasi, biasanya diberi lapisan pelindung seperti melamin untuk menghindari kelembaban. Sementara pada bagian atas diberi lapisan motif kayu dengan sistem printing.

Karena memiliki lapisan printing, tampilannya dapat diubah seperti kayu dengan lebih banyak variasi warna dan motif serat kayu. Warna-warna yang dapat dipilih seperti bernuansa coklat mulai dari krem, coklat muda, coklat kekuningan, coklat kemerahan, hingga coklat tua. Ukurannya 138 x 19,3 sentimeter atau 121,5 x 19,6 sentimeter dengan ketebalan 8 milimeter atau 12 milimeter.

Sifat bahan ini lebih tahan air dibanding parket kayu solid, jadi selain dipasang didalam ruangan bisa pula untuk tampilan outdoor. Keuntungan lain, bila tak mau mengganti tanpa membongkar lantai, jenis ini bisa dipasang di atas lantai beton atau langsung di atas lantai keramik. Untuk perawatannya cukup singkirkan debu dengan sapu atau penyedot debu, kemudian bersihkan permukaan dengan kain lembab.

Sumber: Seri Rumah Ide 30 Material Inovatif, Imelda Akmal Architectural Writer Studio, Gramedia Pustaka Utama


"Roster", Lubang Angin sekaligus Dinding

Roster kini banyak diaplikasikan sebagai pembentuk dinding. Sebagai material pembentuk dinding, roster tampil unik karena lubang-lubang udaranya tersebut membentuk pola tersendiri.

Material bernama "roster" ini tadinya hanya dipakai terbatas di atas pintu atau jendela saja. Hal itu mengingat fungsinya menjadi lubang angin yang memperlancar udara keluar masuk rumah.

Namun, material roster kini banyak diaplikasikan sebagai pembentuk dinding. Sebagai material pembentuk dinding, roster tampil unik karena lubang-lubang udaranya tersebut membentuk pola tersendiri.

Kebanyakan roster yang dipakai untuk dinding berasal dari tanah liat dan batako. Roster dari tanah liat dipakai karena warna merah bata membawa kesan natural dan unik, sementara bahan dari batako dipilih karena harganya lebih murah di pasaran.

Tetapi, bila tertarik mengaplikasikan roster sebagai dinding, Anda perlu memperhatikan fungsi ruang di bagian baliknya. Karena bentuknya yang penuh lubang, jika ruangan di belakangnya adalah ruang tamu atau ruang keluarga, maka perlu disiasati agar panas matahari dan air hujan tidak bebas masuk.

Selain itu, roster juga bisa sebagai aksen pemanis ruang, serta menjadi secondary skin untuk hunian. Di sini, meski roster menarik, penerapannya tetap harus mempertimbangkan komposisi seimbang, harmonisasi, juga konsep ruangan.

Namun, dalam pemasangannya roster ternyata lebih sulit ketimbang pemasangan bata merah atau batako. Sangat jarang pemasangan roster dengan finishing, karena itu pada saat pemasangannya harus lebih hati-hati.

Sumber : Kompas.com


Seperti Apa Ventilasi Silang yang Ideal?


Di negara tropis seperti Indonesia, rumah tinggal sebaiknya dilengkapi ventilasi silang agar memungkinkan terjadinya perputaran udara secara terus menerus. Dengan demikian, tidak ada udara kotor di bagian dalam ruangan akibat perebutan udara oleh penghuni rumah.

Khusus untuk lubang ventilasi di rumah tinggal seperti jendela, disyaratkan minimal 5 persen dari luas ruangan.-- Tiffa Nur Latiffa

Ventilasi silang atau cross ventilation adalah dua bukaan berupa jendela atau pintu yang letaknya saling berhadapan di dalam satu ruangan. Ventilasi ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan zona bertekanan tinggi dan rendah yang tercipta oleh udara. Perbedaan tekanan pada kedua sisi bangunan akan menarik udara segar memasuki bangunan dari satu sisi dan mendorong udara pengap keluar ruangan dari sisi lain.

Standar ideal

Ukuran bukaan untuk ventilasi silang yang ideal bergantung pada luas ruangan. Menurut arsitek Tiffa Nur Latiffa, Standar Nasional Indonesia mensyaratkan luas bukaan termasuk fungsi untuk memasukkan cahaya, adalah minimal 20 persen dari luas lantai ruangan.

"Khusus untuk lubang ventilasi di rumah tinggal seperti jendela, disyaratkan minimal 5 persen dari luas ruangan," ujar Tiffa.

"Sementara untuk bangunan kantor, pabrik, dan sebagainya adalah 10 persen dari luas ruangan," lanjutnya. Idealnya setiap ruangan di dalam rumah harus mengaplikasikan ventilasi silang agar selalu bersentuhan langsung dengan udara luar.

Sementara menurut arsitek Wijoyo Hendromartono, ventilasi silang sebaiknya dibuat bersilangan atas bawah atau menyerong kiri kanan. Untuk persilangan atas bawah, sebaiknya lubang keluar udara berada di bagian atas karena udara panas bersifat lebih ringan.

Aliran angin juga dipengaruhi oleh hambatan yang berada di bagian tengah ruangan. Misalnya, semakin besar furnitur yang berdiri di antara ventilasi silang, maka semakin berkurang pula energi kinetik dan kecepatan angin. Dengan demikian, hindari meletakkan benda-benda berukuran besar antara ventilasi silang yang dapat menghambat perputaran udara.

Meningkatkan kualitas udara

Ventilasi silang dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan serta mendukung gaya hidup produktif dan sehat. Dengan penggunaan ventilasi silang, pemilik rumah dapat menghemat biaya pemakaian AC karena selalu diliputi hawa sejuk.

Selain itu, ventilasi silang juga dapat mendorong zat-zat kimia yang menumpuk di dalam rumah dan mengurangi kelembaban yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur. Karena aplikasi ventilasi silang yang ideal membutuhkan analisis tentang zona udara di sebuah rumah, pemilik sebaiknya memperhitungkan jalur angin yang melewati rumahnya.

Pemilik rumah juga dapat berdiskusi dengan tenaga ahli tentang penempatan pintu dan jendela yang tepat agar udara dapat melintasi ruangan dengan baik. (Aghnia Sofyan)

(Sumber: Kompas.com)


Memberi Batas di Ruang Tidur


Keterbatasan ruangan terkadang menyebabkan kamar tidur bertambah fungsinya sekaligus sebagai ruang kerja pribadi. Agar fungsi tetap berjalan di dua area ini, maka ruang tidur membutuhkan batas.

Dengan adanya batas antar area ini, aktivitas di dua tempat ini tidak akan terganggu. Misalnya, untuk pasangan, suami bisa tetap menyelesaikan pekerjaan di ruang kerja, dan istri dapat beristirahat di tempat tidur.

Kesan terpisah untuk ruang tidur dan ruang kerja di satu tempat ini, bisa Anda lakukan dengan menambah partisi kaca atau rak buku. Batas antara ruang tidur dan ruang kerja, sebaiknya menggunakan sekat tak masif atau permanen agar ruangan tak menyempit.

Penggunaan furnitur multifungsi seperti rak penyekat juga dapat dipergunakan. Bahkan, furnitur jenis ini dapat difungsikan sebagai tempat penyimpanan. Sementara partisi kaca, gunanya dapat memberi tampilan transparan, sehingga cahaya dan sirkulasi diterima merata di dua area ini.

(Sumber: Kompas.com)


Unik dan Menarik dengan 7 Gradasi Warna Bata

Penggunaan bata ekspos sebagai material dinding kian digemari. Hal ini tak lepas dari peran arsitek yang kembali menerapkan konsep back to nature pada desain mereka.

Ya, penggunaan batu bata ekspos memang membuat tampilan rumah terlihat lebih alami dan eksotis. Ini karena bata tampil polos, tidak ditutupi oleh lapisan finishing berupa plester atau aci.

Di sisi lain, tekstur dan pori-pori bata terlihat jelas. Hal ini semakin membuatnya terlihat unik dan menarik.

Kini, warna bata ekspos kian beragam. Setidaknya ada 7 gradasi warna yang dapat Anda pilih untuk mempercantik dinding rumah.

"Tujuh warna itu diberi nama Caledonia, Teracotta, Casabanca, Macnolia, Borneo, Eldorado dan Anatolia," ungkap Zul, pemilik toko Batu Tempel di Cipete, Jakarta Selatan.

"Warna dasarnya tetap merah, dari mulai tua ke muda," tambahnya.

Harganya sendiri berkisar Rp 1.800 per buah. Katanya memang agak mahal bila dibandingkan dengan harga biasa. Namun, Zul mengatakan, harga itu sudah termasuk hitungan pengiriman.

Agar tahan lebih lama, bata ekspos dapat dilapisi waterproofing. Lapisan ini berfungsi menghindari air masuk ke dalam pori-pori dan diam di dalam bata. Air diam ini dapat menyebabkan bata keropos dan rusak.

Selain itu, waterproofing, juga dapat mencegah timbulnya lumut yang merupakan "penyakit" asli batu bata. Coating pun dapat ditambahkan setelah penggunaan waterproofing. Perawatan batu bata pun mudah, karena hanya perlu disikat atau disemprot air dengan sabun, dan dilapisi coating kembali setiap beberapa tahun. (FAN)

(Sumber : Kompas.com)


Material Batu Makin Beragam

 


 Penggunaan material batu sebagai pelengkap area eksterior hunian makin beragam. Material-material ini ditentukan fungsi, corak, tekstur dan keamanan yang dapat digunakan untuk mempercantik lantai atau dinding rumah Anda. Apa saja pilihannya?

Batu Mozaik
Batu mozaik dapat diterapkan pada stepping stone, untuk pijakan kaki di teras dan halaman. Berbagai macam jenis bebatuan dapat diaplikasikan karena prinsipnya menggunakan kombinasi berbagai jenis batu. Ketebalannya berkisar 2-5 sentimeter.

Batu Andesit

Batu andesit sudah banyak digunakan untuk dinding eksterior. Misalnya pada dinding deras maupun dinding pagar. Warnanýa abu-abu kehitaman. Motifnya bisa diletakkan secara horizontal, motif alur, motif napoli, atau motif catur.

Batu Paras

Batu ini merupakan batu alam yang biasa diolah dengan cara diukir dan dipahat. Modul pahatan biasanya seluas 1 meter x 1 meter. Modul yang telah diukir kemudian dimanfaatkan di area-area dinding, sebagai ornamen penghias dinding. Bisa juga untuk pengganti bukaan dengan celah sedikit. Untuk partisi atau pemisah ruang, hingga tempat meletakkan lampu eksterior.

Batu unik lain
Batu-batu unik lainnya yang bisa diaplikasikan adalah batu monster, bata ekspos, dan batu palimanan. Batu monster atau disebut batu curig ini berbentuk menyerupai spons dengan banyak rogam di dalamnya. Bata ekspos terbentuk dari batu bata yang sudah dipecah hingga berbentuk remah-remah kemudian dicetak ulang. Sementara batu palimanan memiliki keunikan motif yang akan terlihat setelah dibelah. (Rahmi Hasanah Putri/ Tabloid Rumah)

Sumber : KOMPAS.com 


Empat Saran Menata Furnitur di Hunian Mungil

Usahakan agar furnitur tidak hanya memiliki satu fungsi saja, tapi banyak fungsi (multifungsi). Cara ini dapat mengurangi jumlah furnitur yang akan ditempatkan.

Rumah dengan luas terbatas tetap dapat tampil nyaman dan menarik lewat penataan furnitur. Furnitur juga berperanan penting dalam mendukung fungsi ruang-ruang sebagai tempat beragam aktivitas.

Hadirnya furnitur akan menguatkan karakter diri melalui tampilan interior hunian. Namun, dalam penataannya perlu disesuaikan dengan tema ruangan, baik tata letak, ritme, maupun warnanya.

Saat membeli furnitur, pertimbangkanlah fungsinya, dimensi, material serta keindahannya. Selain membeli, Anda juga dapat merancangnya sendiri yang tentunya lebih fleksibel. Nah, empat saran berikut ini dapat membantu Anda saat memilih atau merancang furnitur untuk hunian mungil Anda:

Prioritas

Tak ada salahnya Anda membuat terlebih dulu daftar kebutuhan furnitur yang akan ditempatkan di ruangan berdasarkan prioritas fungsinya, misalnya meja dan kursi di ruang tamu. Bila ruangan tamu Anda sempit, hindari menggunakan rak atau lemari berdimensi besar. Ini akan semakin mempersempit ruangan.

Mengukur

Biasakan mengukur terlebih dulu luasan ruang sebelum membeli atau memesan furnitur. Setelah itu, catat lebar dan tinggi ruangan dengan teliti. Mencatat tinggi dan lebar pintu penting diketahui agar memudahkan Anda saat memindahkan furnitur. Di sini, Anda juga perlu memperhatikan jalur sirkulasi penghuni saat berkegiatan di ruangan.

Multifungsi

Usahakan agar furnitur tidak hanya memiliki satu fungsi saja, tapi banyak fungsi (multifungsi). Cara ini dapat mengurangi jumlah furnitur yang akan ditempatkan. Misalnya, lemari di ruang keluarga mencakup kebutuhan untuk meletakkan televisi, alat-alat elektronik, tempat menyimpan koleksi CD, rak buku, juga tempat meletakkan foto atau pajangan.

Desain simpel

Ada baiknya Anda memilih desain furnitur yang tidak rumit untuk menghindari kesan sempit pada ruang.

(Sumber: Teguh Prihanto, Kreatif Menata Hunian Mungil, Kawan Pustaka)


Pemilihan Material Dinding


Untuk mendapatkan sebuah bangunan yang kokoh dan mempunyai nilai estetika yang tinggi berawal dari pemilihan material bangunan terbaik. Salah satu unsur bangunan yang mempunyai peranan penting adalah dinding.

Pemilihan material dinding mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap hal tersebut. Saat ini banyak altermatif material dinding seperti batako, batu bata ataupun bata ringan (hebel). Berikut akan dipaparkan satu persatu kelebihan serta kekurangan masing-masing material

1. Batako

Batako merupakan material dinding yang terbuat dari sampuran semen PC,pasir dan abua batu. Penggunaan batako sebagai material dinding bisa menghemat plesteran 75% dan berat dinding 50 % sehingga mengurangi beban pondasi. Selain itu jika dicetak dengan kualitas yang bagus dan presisi tidak memerlukan plesteran +acian lagi untuk finishing.

Kekurangan penggunaan batako adalah lebih rawan terjadi keretakan pada plesteran. Hal ini dikarenakan plesteran perekan yang digunakan sedikit sehingga jika terjadi penurunan pada pondasi maka dinding sering retak. Selain itu karena material batako berlubang didalalmnya, mka kita tidak bisa memasang gantungan pada tembok dengan kuat.

2. Batu Bata

Material yang palingumum digunakan pada dinding adalah penggunaan batu bata merah. Hal ini dikarenakan batu bata merah mempunyai kekuatan yang lebih dibandingkan batako. Selain itu, finishing pada batu bata merah dapat dibuat dengan plasteran yang tebal sehingga hasilnya lebih flat dan rata.

3. Bata Ringan (hebel)

Bata ringan atau sering disebut hebel atau celcon dibuat dengan mesin pabrik. Bata cukup ringan, halus dan mempunyai tingkat kerataan yang tinggi.  Penggunaan bata ringan  tidak memerlukan plesteran yang tebal karena mempunyai tingkat kerataan yang sangat tinggi.

Kekurangan penggunaan bata ringan adalah harganya yang cukup mahal terutama dengan luasan bangunan yang sedikit.

Dari ketiga material diatas Anda dapat memilih material yang cocok terutama dari segi harga. Akan tetapi Anda perlu lebih memperhatikan kekurangan dan kelebihan masing-masing material sehingga tidak menyesal dikemudian hari.

( artikel by : dimasj.prasetyo)


Lewat Mezanin, Kebutuhan Ruang Bisa Tercukupi


Mezanin biasanya tidak dihitung sebagai sebuah lantai tersendiri. Namun, cara ini bisa dipilih bagi Anda yang masih membutuhkan ruang lama, namun pada saat bersamaan membutuhkan ruang baru.

Kebutuhan ruang kian bertambah seiring aktivitas penghuni rumah yang semakin beragam. Jika menambah ruangan secara horisontal tak memungkinkan, bagaimana bila Anda mencoba dengan mezanin atau ruang yang tercipta di antara dua lantai.

Dalam teori arsitektur maupun interior, mezanin biasanya tidak dihitung sebagai sebuah lantai tersendiri. Namun, cara ini bisa dipilih bagi Anda yang masih membutuhkan ruang lama, namun pada saat bersamaan membutuhkan ruang baru.

Pada hunian terbatas, konsep mezanin berorientasi secara vertikal. Hal ini membuat lahan yang terbatas menjadi lebih efisien. Simak beberapa tips berikut ini:

Ketinggian ruang

Memastikan ketinggian dan luas ruang menjadi syarat utama sebelum Anda membuat mezanin. Jarak lantai sampai plafon harus memungkinkan untuk ruang baru ini, serta luasnya dapat dimanfaatkan berbagai aktivitas tambahan.

Teknik membangun

Teknik membangun mezanin pada prinsipnya sama dengan teknik bangunan setengah tingkat, hanya beberapa ruang saja yang mengalami peningkatan. Perhatikan pula saat menentukan ruang-ruang baru untuk mezanin ini. Tentukanlah ruang dengan pertimbangan ruang privat pada bagian tertutup, sementara ruang publik pada bagian terbuka.

Akses

Hal lainnya adalah akses masuk menuju mezanin, apakah melalui satu akses saja atau berbeda. Bagaimana menentukan ruang-ruang baru yang tepat dikonsep dengan mezanin?

Sebagai ilustrasi, Teguh Prihanto dalam bukunya Kreatif Menata Hunian Mungil, terbitan Kawan Pustaka, memperlihatkan beberapa kebutuhan ruang tersebut. Misalnya, ruangan lama adalah garasi atau gudang bahkan ruang tamu, Anda dapat menciptakan ruang baru di mezanin yang berfungsi sebagai ruang tidur. Atau ruangan lama adalah ruang tidur, mezanin baru bisa dikonsep sebagai ruang kerja. Jika ruangan lama adalah kamar tidur, di mezanin dapat Anda tempatkan sebagai mushola.

Tertarik?

(Sumber :property.kompas.com)